JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Parman.
- Kertas suara dan kartu pemilih pemilu DKI tengah dicetak. Ketua KPU
Provinsi DKI Jakarta Dahliah Umar mengatakan kertas suara itu dilengkapi
hologram untuk mencegah pemalsuan.
Menurut Dahliah, kertas
suara dan kartu pemilih tengah dicetak oleh PT Balai Pustaka, perusahaan
yang memenangi lelang pengadaan. Jumlah kartu pemilih sebanyak
6.983.692 dan 7.158.284 kertas suara.
“Kertas suara yang
dicetak sesuai dengan jumlah pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih
tetap (DPT) ditambah 2,5 persen dari jumlah yang ada, untuk
mengantisipasi kerusakan kertas suara,” kata dia di gedung KPU Provinsi
DKI Jakarta Kamis 21 Juni 2012.
Ia mengakui proses pencetakan
melebihi jadwal yang tercantum dalam Surat Keputusan KPU Nomor 2 Tahun
2011, yaitu 14-20 Juni 2012. Pencetakan memakan waktu lama karena adanya
penempelan hologram, pelipatan, dan pengepakan kertas suara sesuai
dengan tempat pemungutan suara (TPS).
Ia kemudian menunjukkan
kertas suara yang dilipat horizontal tiga kali dan tiga kali vertikal.
Di sisi belakang kertas suara terpasang hologram, keterangan TPS, dan
peta Jakarta. Sedangkan di sisi depan terpasang wajah enam pasangan
calon. Selain itu, pihaknya menyediakan template braille untuk pemilih tunanetra di tiap-tiap TPS.
Menurut dia, kertas suara yang telah dicetak akan disimpan di gedung
KPU Jakarta terlebih dulu, kemudian diedarkan ke 15.059 TPS pada 1 Juli.
Itu sesuai dengan jadwal yang tercantum dalam Surat Keputusan KPU bahwa
distribusi surat suara dilakukan pada 21 Juni hingga 1 Juli 2012.
Pemilih berstatus narapidana juga akan mendapatkan haknya, asalkan
mereka bisa menunjukkan 16 digit NIK dalam KTP. Ia merujuk pada data
5.845 pemilih dari Lembaga Pemasyarakatan Narkotik dan 604 pemilih dari
Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu yang tidak dapat memberikan NIK DKI
Jakarta.
Home »
HAL. UTAMA
» Kertas Suara dan Kartu Pemilih DKI Pakai Hologram
Kertas Suara dan Kartu Pemilih DKI Pakai Hologram
Written By Tribunekompas.com on Jumat, 22 Juni 2012 | 12:57:00 PM
Label:
HAL. UTAMA
