
By: Anto.
- Pada Kongres Partai Demokrat Mei 2010 lalu, M. Nazaruddin mengeluarkan duit miliaran rupiah. Uang dengan rincian Rp 30,55 miliar serta US$ 2 juta merupakan hasil keuntungan perusahaan Nazar selama 2009, dan duit US$ 3 juta berasal dari sumbangan sejumlah orang.
Kata Yulianis, bekas Wakil Direktur Keuangan Grup Permai milik Nazaruddin, aliran dana itu tercatat dengan rapi dan jelas. Bahkan tidak ada angka yang meleset jumlahnya. "Sebab saya menerima laporan pertanggungjawaban pengunaan uang itu," kata Yulianis kepada Tempo, 23 Februari 2012.
Orang yang bertugas mencatat penggunaan duit itu adalah Nuril dan Eva, staf Nazar di DPR yang juga bertugas membagikan duit. Yulianis juga meminta Oktarina dan kawan-kawannya untuk menyetorkan kembali duit yang tidak terpakai ke sembilan rekening asal. "Semuanya tercatat," ujarnya.
Meski uang sudah dibagikan dan Nazar pernah setiap pemilih Anas Urbaningrum mendapat telepon genggam BlackBerry Gemini serta uang antara US$ 10 ribu hingga US$ 30 ribu, duit dari Mampang tak habis. Dari Rp 33,55 miliar, kata Yulianis, yang terpakai hanya Rp 650 juta, dan duit dolar cuma digunakan US$ 1,8 juta. "Uang US$ 2 juta tetap utuh di tangan Nazaruddin," dia menuturkan.
Bersama staf Grup Permai, Yulianis pernah mengantarkan duit US$ 2 juta itu sampai di luar arena Kongres di Mason Pine di Padalarang, Bandung. Dari Aston, kata dia, uang dibawa dalam tas travel. "Kami cuma menggunakan taksi.”
Hingga Kongres berakhir, duit itu benar-benar tak dipakai. "Pada 24 Mei, saya sempat bertanaya tentang penggunaan uang itu, kata Pak Nazar uangnya ada di brankas rumah,” ujarnya.
Yulianis memang mengatakan miliaran rupiah itu ditujukan untuk Kongres Partai Demokrat. Namun Nazar pernah menekankan jika duitnya ia gunakan sebagai alat pemenangan Anas Urbaningrum. “Jangan pakai asumsi yang direkayasa. Panitia Kongres itu ada tempatnya, tapi bukan di Hotel Aston" kata Nazar.
"Kalau Hotel Aston itu yang menyewa panitia Anas Urbaningrum. Sementara saya bendahara pemenangan Anas,” kata Nazar, 27 Januari 2012.
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !