JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Tommy.
- Proyek prestisius pembangunan Jembatan Selat Sunda terus menjadi
sumber keributan. Setelah dua menteri di kabinet Presiden Yudhoyono
dikabarkan bertikai soal jaminan pemerintah, kali ini muncul suara agar
pemerintah mengambil alih proses studi kelayakan proyek besar ini.
“Sebaiknya,
studi kelayakan memang tidak dikerjakan pihak swasta,” kata Ketua
Asosiasi Kontraktor Indonesika, Sudarto, Ahad 8 Juli 2012 ini.
“Anggarannya sudah dari pemerintah, ya sekalian saja pemerintah yang
melaksanakan,” katanya lagi.
Sudarto khawatir, jika studi
kelayakan proyek raksasa ini dilakukan pihak swasta, maka akan ada
rekayasa sejumlah aspek. Pasalnya, kata dia, orientasi pihak swasta
tentu saja akan mengarah pada upaya mencari keuntungan sebesar-besarnya, ujar Sudarto menegaskan.
Sementara itu, menurut sumber dari pihak Tommy Winata (Chairman pelaksana pembangunan proyek jembatan Selat Sunda), mengungkapkan pembangunan jembatan Selat Sunda, merupakan moment dan akan menjadi kebanggaan untuk bangsa Indonesia. "Karena selama ini leader proyek raksasa selalu dari pihak luar negeri dan pak Tommy sebagai anak bangsa berkomitmen ingin berpartisipasi tanpa ada motivasi lain, cobalh hitung secara rasional apa yang akan di dapat dengan invistasi selama 20 tahun untuk jembatan Selat Sunda?" ujar sumber yang tidak ingin disebutkan jati dirinya tersebut, kemarin.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus
Martowardojo dikabarkan bersikeras merevisi Peraturan Presiden Nomor 86
Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur
Selat Sunda. Dia mengusulkan agar pasal soal studi kelayakan pembangunan
megaproyek tersebut diubah.
Home »
HAL. UTAMA
» Pemerintah Diminta Ambil Alih Jembatan Selat Sunda
Pemerintah Diminta Ambil Alih Jembatan Selat Sunda
Written By Tribunekompas.com on Senin, 09 Juli 2012 | 8:28:00 AM
Label:
HAL. UTAMA
